Sholawat Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan Semarakkan Penutupan Hari Jadi Fakultas Hukum Unisma ke-42

Sholawat bersama Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan menyemarakkan penutupan rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (Unisma) ke-42. Ribuan jamaah tumpah ruah memadati acara sholawat yang digelar di halaman Unisma pada Kamis (30/11/2023) malam.

Habib Jamal bin Toha Ba’agil dan Habib Abdul Qodir Mauladdawilah, sebagai Pimpinan Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan, hadir secara langsung memimpin sholawat dan memberikan siraman rohani kepada para jamaah umum maupun mahasiswa Unisma yang datang.

Habib Jamal dalam kesempatannya memberikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Unisma yang menggelar acara sholawat tersebut. Sebab menurutnya, acara penutupan dies natalis pada umumnya ditutup dengan konser musik. “Malam ini Fakultas Hukum Unisma membuat inovasi yang istimewa. Kami apresiasi Fakultas Hukum Unisma yang sudah gak gemar lagi menghadirkan konser musik tapi mengundang majelis solawat. Insyaallah ini tanda tanda yang baik,” ucapnya. Dia juga mendoakan lulusan Fakultas Hukum Unisma ketika menjadi profesional di bidang notaris, pengacara, konsultan hukum hingga hakim bisa benar benar menjalankan profesinya dengan baik dan adil.

Habib Jamal menyampaikan, hakekat ilmu sebetulnya untuk bisa mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Maka dikatakan, ilmu yang mampu membuat manusia bisa lebih dekat dengan Allah adalah ilmu yang bermanfaat. Menurutnya, bidang bidang ilmu yang bisa menunjukkan keagungan Allah secara langsung di antaranya yakni ilmu biologi, kedokteran, psikologi, astronomi hingga geologi. Sebab keilmuan ini dapat menunjukan betapa detail dan besarnya ciptaan Allah melalui sel sel dalam organ mahkluk hidup hingga kedudukan bumi diantara ratusan galaksi. “Semua ilmu pada hakekatnya mendekatkanmu kepada Allah. Begitu juga dengan ilmu hukum yang selalu berkaitan dengan penegakan keadilan,” kata dia. Habib Jamal memberikan pesan kepada lulusan Fakultas Hukum Unisma jika kelak menjadi penegak hukum, untuk benar benar bisa menjunjung tinggi nilai nilai keadilan yang berlandaskan pada hukum Allah. “Jika menjadi hakim, jadilah hakim yang mendamaikan umat. Nyatakan salah jika memang bersalah, meskipun itu habib, kiai atau bahkan wali Allah. Orang yang menegakkan kebenaran maka Allah lah yang akan mencatat sendiri pahalanya,” tuturnya. Dikatakan, masa depan kecemerlangan sebuah bangsa akan selalu tergantung dengan penegakan hukumnya. Untuk itu, Habib Jamal berharap Fakultas Hukum Unisma mampu menciptakan lulusan yang kelak menjadi penegak hukum yang benar benar adil dan jujur.

Fakultas Hukum Unisma Sandang Akreditasi Unggul Nasional dan Internasional

Sementara itu, Rektor Unisma Prof Maskuri menyampaikan, Fakultas Hukum Unisma telah menyandang akreditasi unggul secara nasional dan akreditasi secara internasional. Dikatakan, ada hampir 17 ribu mahasiswa yang belajar di Unisma dan 500 di antaranya merupakan mahasiswa asing dari 39 negara. Menurutnya, Unisma tak hanya menanamkan intelektualitas dan rasionalitas pada mahasiswanya. Namun juga spiritualitas seperti sholawat bersama Majelis Ar-Ridwan tersebut. “Kami gembira, Fakultas Hukum menutup dies natalisnya ke-42 yang biasanya dengan konser musik tapi ini ditutup dengan konser maulidurrasul,” ucapnya. “Ini menunjukkan bahwa tidak cukup hanya dengan intelektualitas dan rasionalitas tanpa didukung dengan spiritualitas yang kokoh. Spiritualitas inilah yang nanti akan mendampingi, membimbing dan mengarahkan kita menuju jalan yang lebih benar,” imbuhnya.

Acara Dipersiapkan Para Mahasiswa

Dekan Fakultas Hukum Unisma, Dr Suratman menyampaikan bahwa acara sholawat dan seluruh rangkaian dies natalis Fakultas Hukum Unisma ke-42 ini sebenarnya diselenggarakan para mahasiswa. “Jadi teman teman memilih menutup dies natalis kali ini dengan menghadirkan sholawat bersama Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan. Harapannya tentu menghasilkan tausiah agar mahasiswa bisa meneladani akhlak Rasulullah terutama berkaitan dengan isu hukum yang saat ini sedang berkembang,” paparnya.

Menurutnya, kondisi hukum di Indonesia masih banyak yang perlu dibenahi. Ada pelanggaran pelanggaran hukum yang bermunculan. Seperti kasus pimpinan KPK yang jadi tersangka pemerasan menteri yang terjerat kasus korupsi. “Kemudian ada putusan MK yang bernuansa politik. Seharusnya kan MK tak bisa dipengaruhi, tapi jalan terus. Ini kan termasuk hak hal yang menurut saya kurang pas,” ungkapnya. Selama ini menurutnya, Fakultas Hukum Unisma telah membekali mahasiswa dengan materi keilmuan hukum secara teoritis maupun praktis serta menjunjung tinggi nilai nilai keadilan untuk menghasilkan generasi penegak hukum yang cemerlang. “Kami punya distingsi bahwa lulusan kami bisa menjadi aparat penegak hukum, konsultan hukum hingga peneliti,” ujarnya.

Acara Disiapkan Sejak Juni 2023

Ketua BEM Fakultas Hukum Unisma, Dhiqie Lindu Samudra yang juga Penanggungjawab Dies Natalis Fakultas Hukum Unisma ke-42 bertajuk ‘Menuju Fakultas Hukum Berintegritas’ itu mengatakan bahwa acara sholawat ini telah dipersiapkan sejak Juni 2023. “Kami bersyukur antusias masyarakat dalam acara sholawat ini yang cukup luar biasa. Semua bersemangat,” kata dia. “Kami harap Fakultas Hukum kedepan semakin jaya dan acara sholawat ini bisa digelar berkelanjutan,” lanjutnya. Ketua Panitia Pelaksana Fakultas Hukum Unisma Bersholawat, Farrel Danadipa Hibatullah mengaku bersyukur acara ini bisa berlangsung dengan sukses. Sebab Kota Malang sejak siang hari sudah diguyur hujan hingga malam hari. Namun hujan akhirnya reda saat acara sholawat hendak dilangsungkan.

“Alhamdulillah kami bersyukur hujan bisa reda. Saya terharu acara ini bisa dibuka oleh pak Dekan dan dilangsungkan. Saya bangga menjadi bagian dari acara ini,” ujarnya. Terlebih menurutnya, acara sholawat sebagai puncak dies natalis ini merupakan acara pertama sejak 42 tahun Fakultas Hukum Unisma berdiri. Selain itu, antusias jamaah maupun mahasiswa yang datang juga cukup tinggi. Dikatakan, acara sholawat ini juga melibatkan pelaku UMKM dari masyarakat sekitar yang juga dihadirkan di sekitar lokasi sebagai wujud bahwa Unisma ingin berkembang bersama. “Semoga berkah untuk semuanya,” kata Farrel.

Archives