Informasi

/

MENOLAK RADIKALISME DAN FAHAM ANTI PANCASILA DALAM SEMINAR KEBANGSAAN

Selasa, 12 September 2017 - 08:43 WIB
Diposting oleh: Administrator - Kategori: FAKULTAS

Persoalan tentang Radikalisme dan Faham Anti Pancasila sebenarnya  sudah ada sejak dulu. Akan tetapi, akhir-akhir ini persoalan tersebut semakin berkembang dan muncul sehingga semakin meresahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak oknum-oknum yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila dan berusaha mengganti ideologi tersebut dengan mengatasnamakan suatu agama.

Pada hari Jum’at, 25 Agustus 2017 tepat pukul 13.30 WIB Kesatuan Mahasiswa Malang Raya mengadakan Seminar Kebangsaan di Gedung Muslimat NU Dinoyo guna membahas persoalan ini. Seminar Kebangsaan yang bertemakan “Menolak Radikalisme dan Faham Anti Pancasila” dihadiri oleh perwakilah organisasi mahasiswa se-Malang raya dengan tiga orang pembicara yakni Dr. Nuruddin Hady, SH, MH yang merupakan Ketua FKDM kota Malang, Dr. Abdul Wahid, SH, M.Si yang merupakan seorang Akademisi, dan Saifudin Zuhri, SH.i yang merupakan anggota KPUD kota Batu.

Dalam materi pembahasan seminar ini, pembicara secara tegas mejelaskan bahwasanya NKRI dan Pancasila adalah harga mati dan tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi mengenai Ideologi Pancasila dengan agama Islam. Seperti yang telah dipaparkan oleh salah satu pembicara Saifudin Zuhri, SH.i, beliau menjelaskan bahwasanya Pancasila memiliki rangkain sejarah yang tidak bisa dipisahkan sejak dibentuknya BPUPKI, Panitia Sembilan, hingga Indonesia merdeka. Bahkan dalam rangkaian sejaran pembentukan Pancasila juga terdapat peran para ulama besar di masa itu.

Sehingga, tak heran jika ke-5 sila dalam Pancasila tersebut memiliki makna yang terkandung dalam Al-Qur’an pada setiap silanya. Contohnya saja sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sila ini sudah menjelaskan bahwasanya negara kita adalah negara Ketuhanan, artinya Indonesia percaya dan bertaqwa kepada Tuhannya sesuai keyakinan masing-masing. Bahkan makna Ketuhanan ini sudah tertulis dalam surah Al-Baqarah ayat 163 yang berbunyi “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa…”. Dan ini menunjukkan bahwasanya Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan agama Islam, justru sebaliknya. Pancasila dan Al-Qur’an memiliki arti yang saling berhubungan satu sama lain.

Sebenarnya tujuan diadakannya seminar kebangsaan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang Radikalisme dan Paham Anti Pancasila sekaligus menjelaskan bahwasanya Pancasila yang telah diperjuangkan mati-matian oleh pendahulu kita tidak akan semudah itu dihancurkan hanya karena pemahaman Pancasila yang berbeda-beda. “Karena Pancasila adalah harga mati, tidak seharusnya kita menghancurkannya hanya karena pemahaman ideologi yang berbeda-beda. Maka dari itu kami selaku penerus bangsa tidak ingin berhenti sampai di sini saja, kami ingin terus memberikan pemahaman secara komperhensif sehingga pemahaman ini tidak terputus sampai di sini saja” ungkap Abdul Aziz, SP selaku ketua umum dari Kesatuan Mahasiswa Malang Raya.

berita ini ditulis oleh Firda Umi Kulsum Mahasiswa FH