Informasi

/

FH UNISMA Resmikan Pusat Study Anti Korupsi (PUSAKO) Bersama KPK

Jumat, 30 September 2016 - 10:37 WIB
Diposting oleh: Administrator - Kategori: Fakultas

Peran serta Fakultas Hukum UNISMA dalam upaya pemberantasan korupsi mendapat dukungan penuh dari lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terlihat jelas pada saat peresmian Pusat Study Anti Korupsi (PUSAKO) dihadiri lasngsung oleh pimpinan KPK yaitu Bapak Saut Situmorang.

Acara peresmian PUSAKO yang dilaksanakan pada tanggal 29 April 2016 tersebut mengusung tema “Pendidikan Anti Korupsi Sebagai Sarana Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa” Bapak Saut Situmorang memberikan kepercayaan kepada UNISMA terkhusus Fakultras Hukum UNISMA agar mampu melakukan pemberantasan korupsi dalam lingkungan akademis dengan cara memberikan kajian-kajian dan pembelajaran anti korupsi agar seluruh warga UNISMA terhidar dan bersih dari perbuatan korupsi.

“Memberantas korupsi bukan hanya tugas KPK saja, melainkan tugas kita semua, termasuk UNISMA” ujar Rektor UNISMA Prof. Dr. Maskuri, M.Si dalam sambutan peresmian PUSAKO. Beliau ingin bersama-sama memberantas korupsi di Indonesia yang diawali dari para mahasiswa UNISMA agar bermental anti korupsi. Bapak Prof Maskuri juga mengharapkan di UNISMA ada pendidikan anti korupsi yang diterapkan sejak dini yang langsung diajarkan oleh lembaga KPK agar pencapaian sesuai yang diharapkan, yakni terciptanya generasi penerus bangsa yang bermartabat dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan.

Kegiatan peresmian PUSAKO dilanjut dengan acara kuliah tamu yang langsung diisi oleh bapak Saut Situmorang kepada para Mahasiswa UNISMA terkhusus Mahasiswa Fakultas Hukum. Sebagai calon pemimpin masa depan bangsa diharapkan para mahasiswa mampu membiasakan diri untuk hidup jujur sehingga akan terwujudnya generasi yang bebas korupsi yang nantinya menjadikan Indonesia lebih sejahterah. Peserta kuliah tamu KPK mendapatkan pin yang bertuliskan “Berani Jujur Hebat!” dan sticker yang bertuliskan “Awas Bahaya Laten Korupsi” dengan tujuan untuk memotivasi mereka menjadi orang hebat yang selalu berbuat jujur dan anti korupsi.

Dalam kuliah tamunya Pimpinan KPK tersebut mengungkapkan bahwa strategi untuk membangun peradaban yang sadar akan hukum harus dilakukan dengan tegas terutama dalam hal pemberantasan korupsi. Mengingat bahwa korupsi dapat membahayakan masa depan bangsa, maka pemberantasan dan pencegahan korupsi sangat perlu dilakukan melalui peradeaban baru yaitu melalui perguruan tinggi. “Dengan adanya pusat study anti korupsi, diharapkan dapat mengkaji melalui teori ekonomi, teori psikologi, dan lainnya untuk mengetahui mengapa seseorang melakukan korupsi” tambahnya. Dengan adanya kuliah tamu ini mahasiwa UNISMA jadi mengetahui dan memahami apa itu korupsi serta memupuk mereka agar menjadi calon pemimpin bangsa yang berakhlak mulia yang bebas korupsi.

(Berita ini ditulis oleh Widya Rainnisa mahasiswa Fakultas Hukum Unisma)