Informasi

/

KPK, Tamu Istimewa Fakultas Hukum UNISMA Pada Hari Kartini.

Jumat, 30 September 2016 - 10:33 WIB
Diposting oleh: Administrator - Kategori: FAKULTAS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum Universitas Islam Malang (FH UNISMA) yang bertepatan pada Hari Kartini, yaitu tanggal 21 April 2016. Tujuan kedatangan KPK ke FH UNISMA tak lain adalah untuk memperingati dan merayakan Hari Kartini dengan mencanangkan gerakan SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi). Kunjungan KPK ke FH UNISMA adalah sebagai bnukti terjalinnya hubungan kerja sama diantara kedua lembaga tersebut dalam melakukan pemberantasan korupsi dikalangan akademik.

Karena bertepatan pada Hari Kartini, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Susan dan Inu Nur Aini sebagai perwakilan dari lembaga KPK,  Ibu  Hj. Mirin Pramudiastutie. SH.,MH dan Ibu Diyan Isnaeni, SH.,M.Hum selaku perwakilan dosen wanita dari Fakultas Hukum, dan dua Mahasiswi FH yaitu Widya Rainnisa Karlina dan Dorra Prisilia. Tujuan kegiatan ini adalah  untuk menjadikan perempuan Indonesia khususnya para perempuan Fakultas Hukum UNISMA  berkompeten menjadikan dirinya sebagai promotor perempuan bebas korupsi.

Acara yang dihadiri pula oleh Wakil Rektor 1 UNISMA yaitu Bapak Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd. Ph.D tersebut dibuka oleh Ketua Pusat Study Anti Korupsi (PUSAKO) yang diwakili oleh Bapak Ahmad Siboy, SH.,MH. memberikan warna baru dalam upaya  pemberantasan korupsi.  Beliau menyatakan “Dengan adanya kegiatan ini, menjadikan wanita sebagai garda terdepan dalam pemberantasan korupsi, dimana  kaum wanitalah yang nantinya mampu mencetak generasi anti korupsi”.

Bapak Dr. H. Maryadi SH.MH selaku Dekan FH UNISMA menambahkan bahwa “Berawal; dari para perempuan yang nantinya mampu mewujudkan negara clean of goverment (pemerintrahan yang baik dan benar). “Mengapa harus wanita yang ditunjuk sebagai garda terdepan sebagai pemberantasan korupsi? Alasannya adalah karena wanita adalah tiang rumah tangga, tiang agama, dan tiang negara. Dapat pula katakan baik buruk suatu negara bergantung pada akhlak para waqnitanya.” tambahnya.  Dalam sambutannya, Wakil Rektor UNISMA mengatakan bahwa para istri dapat mencegah suaminya untuk melakukan korupsi dengan selogan “Saya Perempuan Anti Korupsi” Insyaallah mampu memotivasi para suami untuk berbuat jujur dalam segala hal. Dengan harapan mampu memberikan perubahan yang besar sehingga korupsi hilang dari skala rumah tangga, kantor, dan negara. Tutur beliau.

Penyematan pin yang bertuliskan “Saya Perempuan Anti Korupsi” kepada para wanita yang hadir di ruangan tersebut sebagai bukti simbolis bahwa mereka telah siap untuk menjadikan dirinya promotor anti korupsi dan dilanjutr dengan membagikan 3.000 pin, bloknote, dan sticker kepada seluruh kaum wanita di lingkungan civitas akademika untuk menjadikan Indonesia yang bebas korupsi yang dipromotori oleh kaum PUSAKO, wanita.

(Berita ini ditulis oleh Widya Rainnisa mahasiswa Fakultas Hukum Unisma)